Cara Mengfal Al-Quran
12 Cara Mudah Menghafal
Alquran
Cara
Menghafal Al-quran – Menjadi penghafal al-quran merupakan keinginan
saya sejak beberapa tahun silam. Keinginan itu tiba-tiba muncul ketika saya
berkunjung ke sebuah Pondok Pesantren Tahfidz Darul Munir yang beralamat di
Perum Pondok Mitra Lestari, Blok D.13 No.1 Jatiasih, Bekasi.
Waktu itu saya baru saja mendaftar di sebuah universitas
bahasa arab di Jakarta. Karena jeda waktu antara tes seleksi masuk universitas
dan pengumuman terlampau sangat lama, yaitu sekitar 3 bulan. Saya memutuskan
untuk mencari tempat tinggal sementara untuk mengisi waktu serta menunggu
pengumuman hasil tes seleksi masuk universitas.
Saya beserta 2 orang teman dekat saya mencari informasi
tempat tinggal disekitar wilayah Jakarta, alasannya agar tidak terlalu jauh
jika ingin mengambil pengumuman hasil tes seleksi. Setelah menghubungi beberapa
teman, kami mendapat informasi dari salah satu teman kami bahwa di daerah
Bekasi ada sebuah pondok pesantren tahfidz al-quran yang baru saja diresmikan.
Berbekal alamat lengkap yang diberikan teman kami tersebut,
kami bertiga menuju ke Bekasi untuk memastikan lokasinya. Sekitar jam 3 sore
kami sampai di lokasi, setelah melaksanakan sholat Asar berjamaah kami disambut
oleh anak-anak Taman Pendidikan Al-quran (TPQ) yang sangat ramah dan
menyenangkan. Kemudian kami dipertemukan dengan pengelola pondok pesantren
tersebut.
Malu Pada Diri Sendiri
Sebenarnya saya tidak punya tekad yang kuat untuk menghafal al-quran.
Disamping al-quran sangat susah dihafal karena berbahasa Arab (dalam benak saya
waktu itu), menurut saya al-quran juga terlalu banyak jumlah surat dan ayatnya.
Bayangkan saja al-quran ada sekitar 600 halaman, bila di rinci lagi ada 114
surat dan lebih dari 6.000 ayat.
Semenjak bertemu dengan anak-anak Taman Pendidikan Alquran
Darul Munir, saya sering menyendiri. Menyendiri bukan karena saya tidak bisa
beradaptasi dengan lingkungan yang baru, tapi saya merasa iri bercampur malu
pada diri sendiri.
Ternyata selama ini saya salah, pemikiran yang selama ini
saya pertahankan kini mulai pudar. Saya mengira untuk dapat menghafal al-quran
dibutuhkan kecerdasan tinggi serta waktu yang sangat lama.
Saya benar-benar iri kepada mereka, di usia belia mereka mampu
menghafal al-quran bahkan diantara mereka ada yang sudah hafal 5 juz diusia 13
tahun. Sebuah prestasi yang sangat gemilang menurut saya.
Seakan mendapat angin segar, sejak saat itu saya putuskan
untuk mulai menghafal al-quran. Walaupun awalnya masih terseok-seok tapi lama
kelamaan dengan izin Allah Subhanahu wa ta’ala akhirnya saya bisa
menyesuaikan diri.
Para Santri Penghafal Al-quran Darul Munir | Dokumen pribadi
Mulai Akrab dengan Al-quran
Menghafal al-quran bukan pekerjaan mudah. Jika kita tidak
pandai memanfaatkan waktu maka hafal al-quran hanya akan menjadi keinginan
belaka.
Akrab dengan alquran adalah salah satu cara yang paling ampuh
bila kita bertekad untuk menghafal al-quran. Jangan pikirkan metode-metode
menghafal yang ribet terlebih dahulu, tapi pikirkanlah bagaimana caranya mulai
hari ini saya harus membaca 5 juz perhari atau hari ini harus hafal 1 ayat
perhari.
Dengan begitu kita akan selangkah lebih dekat dengan
al-quran. Ya, menghafal al-quran tidak perlu mencari metode-metode yang susah
dan melelahkan, mulailah dari apa yang bisa kita lakukan sekarang.
Rekomendasi bacaan: Arti Nama Muhammad dan Sejarah Penamaannya
Metode Mudah Menghafal
Al-quran
Mungkin diantara kita ada yang penasaran sehingga melontarkan
sebuah pertanyaan. “bagaimana cara menghafal al-quran dengan cepat?”,
“Bagaimana metode menghafal al-quran?” dan beberapa pertanyaan lain yang
senada.
Menurut hemat saya kita tidak perlu cepat-cepat dalam
menghafal al-quran. Yang lebih penting lagi bagaimana kita dapat menghafal
al-quran sekaligus paham maksud dari ayat-ayat al-quran. Sehingga al-quran
bukan hanya sesuatu yang kita hafal tapi juga menjadi sesuatu yang kita amalkan
karena kita tahu maksudnya.
via: www.todayonline.com
Berikut Tips-tips Bagi yang
Ingin Serius Menghafal Al-quran:
1. Mengikhlaskan Niat
Yang paling penting adalah mengikhlaskan niat. percuma saja
bila kita menghafal al-quran tapi niatnya bukan karena Allah Subhanahu wa
ta’ala. Kita hanya akan mendapatkan lelah tanpa mendapat pahala sedikit
pun. bila kita niatkan hanya karena Allah, insya-Allah Allah akan menolong
serta mempermudah langkah kita.
Jika niat kita ikhlas karena Allah, niscaya Allah akan
membantu kita dikala sedang malas atau bosan. Karena halangan terbesar bagi
penghafal al-quran adalah rasa bosan, terlebih jika baru pertama kali
menghafal. Untuk itu, ikhlasnya niat merupakan hal wajib bagi seorang penghafal
al-quran.
2. Melaksanakan Shalat Hajat
Setelah niat kita ikhlas karena mengharap ridho dan pahala
Allah, hendaknya kita melakukan shalat hajat sebelum mulai menghafal al-quran. Mohonlah
agar dimudahkan di dalam menghafal al-quran. Karena pemilik al-quran adalah
Allah, maka kita memohon kepada pemiliknya agar diberi kemudahan.
Untuk shalat hajat sendiri tidak ada ketentuan waktu. Kita
bisa mengerjakan shalat hajat kapan saja, kecuali pada waktu terlarang
mengerjakan shalat. Anjuran untuk mengerjakan shalat hajat ini merujuk pada
hadits yang diriwayatkan Hudzaifah al-Yamani radhiyallahu anhu, beliau
berkata:
كان رسول الله صلى الله عليه
وسلم إذا حزبه أمر صلى
“Bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam jika
ditimpa suatu masalah beliau langsung mengerjakan shalat.”
Rekomendasi bacaan: Panduan lengkap Sholat Dhuha
3. Memperbaiki Bacaan
Sebelum mulai menghafal ayat demi ayat, hendaknya kita
memperbaiki bacaan terlebih dahulu. hal ini wajib kita lakukan agar terhindar
dari salah baca dan kekeliruan. Menghafal al-quran memang mempunyai keutamaan
yang banyak, tapi kalau membacanya masih banyak yang keliru, bisa membuat
pahala berkurang. (baca: Keutamaan Membaca Al-quran)
4. Metode Mengafal Alquran
Ada banyak sekali metode yang bisa digunakan untuk menghafal
al-quran, masing-masing orang akan mengambil metode yang sesuai dengan dirinya.
Akan tetapi disini saya akan paparkan 2 cara yang paling mudah menurut saya dan
bisa dilakukan siapa saja:
a. Metode Pertama
Menghafal per-halaman. Maksudnya kita membaca satu halaman
yang mau kita hafal sebanyak tiga sampai sepuluh kali secara tartil, kalau
sudah lancar baru mulai menghafalnya. Setelah hafal satu halaman, baru kita
pindah ke halaman berikutnya. Metode ini lebih direkomendasikan menggunakan
mushaf standart madinah.
Perlu diperhatikan, setiap kita menghafal satu halaman,
sebaiknya kita juga menghafal satu ayat di halaman berikutnya. Agar kita bisa
menyambungkan hafalan antara satu halaman dengan halaman berikutnya.
b. Metode Kedua
Menghafal per-ayat, yaitu kita membaca satu ayat yang mau
kita hafal tiga sampai sepuluh kali secara tartil, kalau sudah lancar kita baru
menghafal ayat tersebut. Setelah hafal ayat pertama kita pindah ke ayat
berikutnya dengan cara yang sama, begitu seterusnya sampai satu halaman.
Akan tetapi sebelum pindah ke halaman berikutnya sebaiknya
kita mengulangi halaman-halaman sebelumnya agar lebih kuat hafalannya.
5. Pasang Target Menghafal
Di tengah-tengah menghafal, biasanya akan mengalami kendala
seperti susah masuk atau hafalan yang sudah dihafal lupa lagi. Kalau sudah
seperti ini biasanya semangat kita akan berkurang. Karena kita merasa bahwa
al-quran susah untuk dihafal.
Untuk menanggulangi agar kita tidak patah semangat, kita
harus pasang target dalam menghafal. Target ini berguna sekali ketika kita
sedang malas menghafal. Kita akan ingat bahwa kita punya mimpi menjadi
penghafal al-quran, sehingga semangat kita akan kembali berkobar.
Kita tidak perlu muluk-muluk dalam menentukan target hafalan,
usahakan yang realistis dan sesuai dengan kemampuan kita.
6. Memperdengarkan Hafalan
Untuk menghindari bacaan yang salah, hendaknya halaman yang
sudah dihafal kita perdengarkan kepada orang lain, agar orang tersebut
membenarkan jika bacaan kita salah.
Ketika kita menghafal, terkadang terjadi kesalahan baca tanpa
kita sadari. Untuk itu, dengan menyetorkan hafalan kita akan dibenarka jika
terjadi kesalahan dalam bacaan kita. Sehingga kesahalan tersebut tidak tidak
berlarut-larut dalam hafalan kita.
7. Memperbanyak Mendengar
Bacaan Al-quran
Faktor lain yang dapat memperkuat hafalan kita adalah
memperbanyak mendengarkan bacaan al-quran, baik dari teman ataupun bacaan
al-quran dari syaikh yang mapan dalam bacaan.
Kalau bisa tidak hanya mendengar sambil mengerjakan pekerjaan
lain, akan tetapi mendengar dengan serius dan secara teratur. Dengan begitu
kita akan lebih konsentrasi dalam proses menghafal via pendengaran.
8. Murojaah (Mengulang-ulang
Hafalan)
Hendaknya kita mengulang-ulang halaman yang sudah kita hafal
sesering mungkin, jangan sampai kita sudah merasa hafal beberapa halaman,
kemudian kita tinggal hafalan tersebut tanpa mengulanginya dalam waktu yang
lama. Hal ini akan menyebabkan hilangnya hafalan tersebut.
Ada satu kisah menarik yang dialami Imam Ibnu Abi Hatim,
seorang ahli hadits yang terkenal dengan kuatnya hafalannya. Suatu ketika,
beliau menghafal sebuah buku dengan diulang berkali-kali. Kebetulan dalam rumah
itu tinggal seorang nenek tua.
Karena seringnya mengulang-ulang hafalannya, nenek tersebut
bosan mendengarnya, kemudian ia memanggil Imam Ibnu Abi Hatim dan bertanya
padanya:”Wahai anak, apa yang sedang engkau kerjakan?” “Saya sedang menghafal
sebuah buku”, jawab Ibnu Abi Hatim.
Nenek tersebut berkata:”Tidak perlu seperti itu, saya saja
sudah hafal buku tersebut hanya karena mendengar hafalanmu”. “Kalau begitu,
saya ingin mendengar hafalanmu”, timpal Ibnu Abi Hatim. Lalu, nenek tersebut
membaca buku yang sudah dihafalnya.
Setahun setelah kejadian tersebut, Ibnu Abi Hatim ingin
mengetahui apakah nenek tersebut masih ingat dengan hafalannya. Ia kembali ke
rumah tersebut dan meminta agar nenek tersebut mengulangi hafalan yang ia hafal
setahun yang lalu.
Ternyata nenek tersebut sudah tidak hafal sama sekali isi
buku yang ia hafal setahun lalu. Namun, tidak dengan Imam Ibnu Abi Hatim, tidak
ada satu pun yang ia lupa dari hafalannya.
Kisah ini menegaskan bahwa kita tidak hanya dituntut untuk
menghafal, tapi kita juga dituntut untuk menjaga hafalan agar tidak lupa. Jika
hanya menghafal, kita yakin pasti banyak orang yang bisa, namun untuk menjaga
hafalan tidak semua orang bisa.
Untuk itu, menjaga hafalan dengan sering murojaah
(mengulang-ulang hafalan) merupakan hal wajib jika kita ingin menghafal
al-quran.
9. Menggunakan Seluruh Panca
Indra
Faktor lain yang menguatkan hafalan adalah menggunakan semua
panca indra yang kita miliki. Maksudnya kita menghafal buka hanya dengan mata
saja, akan tetapi dibarengi dengan sering mendengarkan bacaan al-quran,
membacanya denga mulut dan menulis ayat-ayat yang mau kita hafal.
10. Menggunakan Satu Jenis
Mushaf Alquran
Usahakan menggunakan satu jenis mushaf al-quran, jangan
pindah dari satu jenis mushaf ke mushaf lain. Karena setiap jenis mushaf
al-quran mempunyai posisi ayat yang berbeda-beda, kalau kita berganti-ganti
mushaf mata kita akan ikut menghafal apa yang kita lihat sehingga itu akan
mengaburkan hafalan kita.
Maksud dari satu jenis ini adalah model penulisan mushaf.
Seperti mushaf standart Madinah, mushaf yang dipakai oleh sebagian Kita
bisa menggunakan mushaf standart Madinah, mushaf cetakan Mesir, mushaf cetakan
Kuwait atau mushaf yang dipakai sebagian orang Pakistan dan India.
Kita juga bisa menggunakan model mushaf yang dipakai oleh
sebagian pondok pesantren tahfidh al-quran di Indonesia yang dicetak oleh Manar
Qudus.
Semua kembali kepada kita masing-masing, ingin menggunakan
model mushaf yang mana. Yang perlu diperhatikan, jika sudah menggunakan satu
model mushaf, usahakan jangan menggunakan model mushaf yang lain.
11. Memilih Waktu yang Baik
Pilihlah waktu yang tepat untuk menghafal, hal ini tergantung
kepada pribadi masing-masing. waktu yang tepat bagi pelajar belum tentu tepat
bagi seorang karyawan, begitu juga waktu yang tepat bagi karyawan belum tentu
tepat bagi ibu rumah tangga.
12. Memperbanyak Do’a
Do’a adalah senjata seorang mukmin. Dalam setiap amalan kita
diperintahkan untuk selalu mengawalinya dengan berdo’a.
Begitu juga dalam menghafal Al-quran, perbanyaklah berdo’a
agar dimudahkan dalam menghafal Al-quran, karena do’a merupakan bukti tawakkal
kita kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.
Berikut ada dua contoh doa agar dimudahkan dalam menghafal
al-quran. Doa-doa ini bukan bersumber dari al-quran atau hadits, namun maknanya
sangat bagus. Pada akhirnya kembali kepada kita masing-masing, mau berdoa
menggunakan bahasa Arab atau bahasa Indonesia. Berikut contoh doa dalam bahasa
Arab:
اللهم وفقني لحفظ القرآن الكريم
ورزقني تلاوته أناء الليل وأطراف النهار على الوجه الذي يرضيك عنا يا أرحم
الراحمين
‘Allahumma waffiqnii li hifdzil quraanil kariim, wa rozziqnii
tilaawatihi anaa’al laili wa athroofan nahaari ‘alal wajhi alladzi yurdhiika
annaa, yaa arhamar roohimiin’.
“Ya Allah berikanlah kepadaku taufik untuk bisa menghafal
Al-qur’an, dan berilah saya kekuatan untuk terus membacanya siang dan malam
sesuai dengan ridhal dan tuntunan-Mu , wahai Yang Maha Pengasih”.
Atau bisa juga membaca doa ini:
اَللّهُمَّ يَسِّرْلَنَا فِى
حِفْظِ كِتَابِكَ
‘Allahumma yassir lanaa fi hifdzi kitabik’
“Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghafal kitab-Mu
(al-quran)”.
Terakhir, ada satu metode unik yang di terapkan di Maroko,
mereka menghafal al-quran dengan cara menulis ayat per ayatnya.
Metode ini menggunakan alat seperti papan persegi panjang.
Papan tersebut dihiasi garis-garis yang dibuat secara permanen, untuk memudahkan
dalam menulis ayat-ayat al-qur’an. Mereka biasa menyebut alat ini dengan Lauh.

Komentar
Posting Komentar